![]() ![]() |
![]() Group: Moderator
Posts: 103 Joined: 31-August 06 From: Medan - Sumut Member No.: 54 Gender: Male |
Post
#1
Jan 2 2007, 08:55 PM
Pikun, merupakan prilaku yang tidak asing kita temukan. Fenomena Nyanyok ini dinamakan juga Demensia. Demensia adalah suatu sindroma (kumpulan gejala) yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tetapi tanpa gangguan kesadaran. Fungsi kognitif yang dapat dipengaruhi pada demensia meliputi intelegensia (kecerdasan) secara umum, belajar dan ingatan, bahasa, memecahkan masalah, orientasi, persepsi, perhatian, konsentrasi, pertimbangan dan kemampuan sosial. Gejala-gejala tersebut menyebabkan penurunan pada fungsi sosial atau pekerjaan. Banyak faktor yang dapat memengaruhi terjadinya demensia, misalnya kelainan pembuluh darah di otak, alkohol, cedera kepala, infeksi, kekurangan vitamin B-12 dan lain-lain. Meskipun demikian, sebagian besar demensia belum diketahui penyebabnya. Secara garis besar, demensia dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu : demensia alzheimer dan demensia vaskuler. Kondisi penderita demensia alzheimer makin lama makin turun, sedangkan penderita demensia vaskuler kondisinya bisa naik atau turun. Akan tetapi dengan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran, maka dapat diharapkan penderita demensia akan mampu menjalani kehidupan dan pekerjaannya sehari-hari dengan baik. Gangguan memori/daya ingat biasanya merupakan tanda yang menonjol dan muncul pada awal perjalanan penyakit. Gangguan tersebut biasanya ringan dan berubungan dengan peristiwa yang baru terjadi, seperti lupa nomor telefon, lupa pada percakapan dan peristiwa yang baru terjadi hari itu. Gangguan emosional juga dapat terjadi seiring dengan waktu. Daya ingat penting untuk orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu, sehingga penderita mungkin lupa terhadap keluarganya. Lupa kembali ke ruangan setelah pergi ke kamar mandi, , merupakan salah satu contoh gangguan orientasi tempat. Perubahan kepribadian juga dapat terjadi pada demensia, dan ini merupakan gambaran yang paling menggangu bagi keluarga penderita. Penderita dapat menjadi introvert (tertutup) dan kurang memperhatikan efek perilaku mereka terhadap orang lain. Pada penderita demensia dengan gangguan pada bagian-bagian tertentu dari otak (bagian frontal/depan dan temporal/samping) mungkin mengalami perubahan kepribadian yang jelas, seperti mudah marah dan meledak-ledak. Halusinasi dapat terjadi pada 20-30% penderita demensia, terutama pada demensia alzheimer, sedangkan waham terjadi pada 30-40% penderita demensia. Halusinasi adalah suatu gangguan dalam persepsi seseorang yang tidak disebabkan karena adanya suatu pencetus. Ada beberapa jenis halusinasi, di antaranya halusinasi dengar, halusinasi lihat, dan sebagainya. Orang yang mengalami halusinasi dengar seolah-olah mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada. Adapun yang disebut waham adalah suatu keyakinan yang kuat dalam diri seseorang yang sebetulnya tidak benar. Keyakinan itu amat kuat diyakini dan tidak dapat dipatahkan oleh orang lain. Waham pada penderita demensia biasanya berupa waham paranoid (curiga). Agresivitas fisik dan bentuk kekerasan lain juga didapatkan pada penderita demensia yang diertai dengan gejala psikotik. Di samping gangguan mental dan perubahan kepribadian, depresi dan kecemasan merupakan gejala utama pada 40-50% penderita, walaupun gejala lengkap yang memenuhi kriteria gangguan depresi ditemukan hanya pada 10-20% penderita. Penderita demensia dapat menunjukkan gangguan emosi, misalnya tertawa atau menangis tanpa adanya suatu penyebab yang jelas. Keluhan lain yang dirasakan dapat berupa sakit kepala, lemah badan, gangguan tidur dan kejang-kejang. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah diet, olah raga yang rutin dan teratur, mengendalikan tekanan darah dan gula darah, terutama pada mereka yang memiliki penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Dalam menangani demensia, diperlukan pendekatan psikologis karena penderita mengalami kemunduran dalam fungsi otak. Ia harus diberi penjelasan tentang penyebab penyakitnya. Rasa percaya diri harus ditingkatkan karena penderita demensia cenderung sensitif perasaannya. Untuk itu, seluruh anggota keluarga harus memberi dukungan terhadap penderita demensia agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik. Obat-obatan dapat diberikan untuk mengurangi keluhan gangguan tidur, perasaan cemas, depresi, adanya waham dan halusinasi. |
![]() ![]() |
| Lo-Fi Version | SEO by MinervaSEO © Icelabz.net | Time is now: 8th September 2010 - 06:41 AM |